Resensi Dalam Mihrab Cinta

7 11 2009

Dalam Mihrab Cinta karya penulis fenomenal Ayat-Ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy. Novelet ini berisi tiga novelet. Berikut pengantar dari Habiburrahman El Shirazy,

Novelet pertama berjudul “Takbir Cinta Zahrana”. Dalam novelet yang sebagian isinya saya angkat dari kisah nyata ini saya mencoba menulis tentang indahnya ketegaran dan ketulusan di jalan Allah. Saya juga mencoba me-muhasabah-i tindakan orang seperti Zahrana yang lebih lebih mementingkan karier akademik daripada karier membangun rumah tangga dan membina generasi. Akademik dan karier bagi siapa pun, memang penting, tapi membangun rumah tangga dan membina generasi juga tak kalah pentingnya. Alangkah baiknya jika keduaduanya berjalan seiring seirama. Itulah yang saya harapkan dari hasil me-muhasabah-i “Takbir Cinta Zahrana”, dengan menyajikan “kasus” Zahrana.

Novelet kedua berjudul “Dalam Mihrab Cinta”. Novelet ini adalah ringkasan atau petikan dari roman “Dalam Mihrab Cinta” yang sedang saya siapkan. Sengaja saya kenalkan setengah dari alurnya kepada pembaca agar nanti lebih familiar dan lebih mantap dalam membaca roman “Dalam Mihrab Cinta.”

Meskipun berbentuk petikan atau ringkasan, namun roman “Dalam Mihrab Cinta” ini insya Allah sudah menyuguhkan jalinan cerita yang utuh. Dengan novelet ini saya mencoba menguraikan pepatah yang sangat terkenal di tanah Jawa yaitu, “Becik ketitik olo kethoro” (kebaikan akan tampak dan kejahatan akan kelihatan). Saya juga mencoba mengajak para generasi muda untuk optimis menatap masa depan. Memang belum detil dalam novelet ini. Karena sekali lagi, ini adalah ringkasannya. Lebih detilnya insya Allah ada dalam novel sesungguhnya yang masih dalam proses pematangan.

Novelet ketiga berjudul “Mahkota Cinta”. Sesungguhnya, novelet ketiga ini merupakan hasil riset kecil saya terhadap beberapa kehidupan mahasiswa pascasarjana Indonesia yang tengah menempuh studi di negeri Jiran Malaysia, terutama di universitas tertuanya, yaitu Universiti Malaya. Saya terketuk menyajikannya dalam bentuk novelet karena banyak kisah menarik dari perjalanan mereka yang bisa kita ambil hikmahnya.

Subhanallah! ***

Kelebihan lain dari novelet ini adalah adanya optimalisasi dan efektivitas membaca.

Jenis huruf/fontase, ukuran, lebar kolom, dan spasi baris yang dipakai dalam buku ini telah melalui serangkaian penelitian panjang, dan terbukti paling efektif untuk kecepatan/optimalisasi membaca dan memahami, dan efektif bagi semua usia: tua-muda.

Saya pribadi sangat menyukai novel ini. Novelet ketiga “Mahkota Cinta” sangat berkesan bagi saya karena ada sedikit kecocokan dengan kondisi saya sekarang, sebagai mahasiswa yang sedang berjuang di Tugas Akhir . Kedua novel di atas saya baca week end kemarin, untuk menghilangkan kejenuhan dan tekanan selama TA. Alhamdulillah kedua novel ini banyak memberi inspirasi.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: