Pertempuran Surabaya

18 12 2009

A. PERTEMPURAN SURABAYA (10 NOPEMBER 1945)

Pada tanggal 1 maret 1945 tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa dan pemerintahan colonial Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang pada tanggal 8 Maret, sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang. Dengan dijatuhkannya bom atom di jepang (Hirosima dan Nagasaki) dalam bulan Agustus 1945 oleh Amerika Serikat, maka pata tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.

Selama kependudukan Jepang, di tengah- tengah penderitaan rakyat yang disebabkan oleh pendudukan tentara Jepang dan perang, di kalangan banyak golongan lahir semangat anti barat atau anti kolonialisme,di samping perasaan anti-Jepang (terutama menjelang tahun 1945). Dalam rangka persiapan untuk menghadapi Sekutu, pemerintah Jepang telah menggunakan berbagai cara dan akal untuk merangkul rakyat Indonesia, untuk menghadapi Sekutu. PETA (pembela tanah air) telah dibentuk,dan Jepang juga Menjanjikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpin Indonesia (antara lain Soekarno, Hatta dll) telah menggunakan berbagai kesempatan waktu itu untuk menyusun kekuatan, demi cita-cita untuk kemerdekaan bangsa.

Dengan kekalahan Jepang menghadapi sekutu, maka kemerdekaan bangsa Indonesia telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, yaitu ketika pasukan penduduk Jepang masih belum dilucuti oleh Sekutu. Sejak itulah terjadi berbagai gerakan rakyat untuk melucuti senjata pasukan Jepang, sehingga terjadi pertempuran- pertempuran yang memakan korban dibanyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan pada tanggal 25 Oktober 1945 mendarat di Surabaya dibawah pimpinan Brigadir Jendral A.W.S. Mallby. Dengan tujuan melucuti serdadu Jepang dan menyelamatkan para interniran sekutu. Pimpinan pasukan Sekutu menemui Gubernur Jawa Timur R.M. Soerjo untuk membicarakan maksud kedatangan mereka. Setelah diadakan pertemuan antara wakil-wakil pemerintahan RI dengan Brigadir Jendral A.W.S. Mallaby berhasil mencapai suatu kesepakatan yaitu:

a. Inggris berjanji bahwa di antara mereka tidak terdapat  angkatan perang    Belanda.

b. disetujuinya kerja sama antara kedua belah pihak untuk menjamin keamanan dan ketentraman.

c. Akan segera dibentuk kontak biro sehingga kerja sama dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya .

d. Inggris hanya akan melucuti senjata Jepang saja.

Pihak Republik Indonesia akhirnya memperkenankan tentara Inggris memasuki  dengan suatu syarat bahwa hanya objek-objek yang sesuai dengan tugasnya saja yang dapat diduduki, seperti kamp-kamp tawanan janjinya. Pada tanggal 26 Oktober 1945 pada malam harinya satu pelonton pasukan dibawah pimpinan Kapten Shaw melakukan penyerangan kepenjara kalisosok untuk membebaskan colonel Huiyer (seorang colonel Angkatan Laut Belanda) bersama kawan-kawannya. Tindakan Inggris dilanjutkan dengan melakukan pendudukan terhadap pangkalan udara tanjung perak, kantor pos besar, gedung internatio dan objek-objek vital lainnya.

Pada tanggal 27 Agustus 1945 pukul 11.00 pesawat terbang Inggris menyebarkan pamflet-pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya pada khususnya Jawa Timur pada umumnya untuk menyerahkan senjata yang dirampas dari tangan Jepang. Brigadir Jendral A.W.S Mallabymengaku tidak tahu menahu tentang pamflet-pamflet tersebut. Ia berpendirian bahwa sekalipun sudah terdapat perjanjian dengan pemerintahan Republik Indonesia tetapi ia akan melaksanakan tindakan sesuai dengan isi pamflet- pamflet tersebut sikap itu menghilangkan kepercayaan pemerintahan Republik Indonesia terhadap pihak Inggris.

Pada tanggal 27 Oktober 1945, terjadi kontak senjata yang pertama antara Indonesia dengan Pasukan Inggris kontak senjata itu meluas, sehingga terjadi pertempuran pada tanggal 28,29,30 Oktober 1945.dalam pertempuran itu, pasukan sekutu dapat dipukul mundur dan bahkan hampir dapat dihancurkan oleh Pasukan Indonesia. Pimpinan pasukan sekutu Brigadir Jendral A.W.S. Mallaby berhasil ditawan oleh para pemuda.

Melihat kenyataan seperti itu, komandan pasukan sekutu menghubungi presiden Soekarno untuk mendamaikan peselisihan antara bangsa Indonesia dengan pasukan sekutu Inggris di Surabaya. Pada tanggal 30 Oktober 1945, Bung Karno, Bung Hatta dan Amir Syarifudin dating ke Surabaya untuk mendamaikan perselisihan itu. Perdamaian berhasil dicapai dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Akan tetapi setelah Bung Karno, Bung Hatta dan Amir syarifuddin beserta Hawthorn kembali ke Jakarta, pertempuran tidak terjadi dielakan lagi dan menyebabkan terbunuhnya Brigadir Jendral A.W.S. Mallaby.

Pasukan Inggris kemudian mendatangkan bala bantuan dari Divisi V dipimpin Mayor Jendral Mansergh dengan 24.000 orang anak buahnya mendarat di Surabaya. Tanggal 9 Nopember 1945, Inggris mengeluarkan ultimatum yang berisi ancaman bahwa pihak Inggris akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, udara. Ultimatum yang meripakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat pada umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakan senjatanya di tempat yang di tentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 06.00 tanggal 10 Nopember 1945.

SERANGAN BESAR 10 NOPEMBER

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab,Repulik Indonesia waktu Itu sudah berdiri (walaupun baru diproklamasikan ), dan Tentara Keamanan Rakyat sebagai alat Negara juga telah dibentuk. Disamping itu, banyak sekali organisasi-organisasi perjuangan telah dilahirkan oleh beraneka ragam golongan dalam masyarakat, termasuk dikalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tead bersama untuk membela republic yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi pasukan Inggris ke Indonesia).

Pada tanggal 10 Nopember pagi, tentara Inggris mulai melancarkan besar-besaran dan dasyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah besar kapal perang. Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk jadi korban, banyak yang meninggalkan dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar diseluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bias ditaklukan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak. Tentara keamanan rakyat (yang kemudian menjadi TNI) dianggap enteng, apalagi badan-badan perjuangan bersenjata lascar-laskar dll yang banyak dibentuk oleh rakyat. Tetapi, diluar dugaan Inggris, ternyata perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, minggu keminggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada permulaannya dilakukan secara spontan dan tidak berkoordinasi, makin hari semakin teratur. Ternyata, pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jetuh di tanaan pihak Inggris.

Bung Tomo sebagai pimpinan barisan pemberontakan Indonesia, dengan semangat brtnyala-nyala memberi semangat kepada seluruh rakyat Surabaya, agar jangan gentar terhadap tantangan sekutu itu. Maka lahirlah revolusi bangsa Indonesia dan lahirlah hari pahlawan 19 November 1945.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: