Pemugaran Candi Borobudur

25 03 2010

Pemugaran candi Borobudur dimulai tanggal 10 Agustus 1973 prasasti dimulainya pekerjaan pemugaran candi Borobudur terletak di sebelah Barat Laut menghadap ke Timur, karyawan pemugaran tidak kurang dari 600 orang diantaranya ada tenaga-tenaga muda lulusan SMA dan SIM bangunan yang memang diberikan pendidikan khususnya mengenai teori dan praktek dalam bidang Chemika Arkeologi (CA) dan Teknologi Arkeologi (TA).

Teknologi Arkeologi bertugas membongkar dan memasang batu-batu candi Borobudur sedangkan Chemika Arkeologi bertugas membersihkan serta memperbaiki batu-batu yang sudah retak dan pecah, pekerjaan-pekerjaan di atas bersifat arkeologi semua ditangani oleh badan pemugaran candi Borobudur, sedangkan pekerjaan  yang bersifat teknis seperti penyediaan transportasi pengadaan bahan-bahan bangunan ditangani oleh kontraktor (PT. NIDYA KARYA dan THE CONTRUCTION and DEVELOVMENT CORPORATION OF THE FILIPINE). Bagian-bagian candi Borobudur yang dipugar ialah bagian Rupadhatu yaitu tempat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar, sedangkan kaki candi Borobudur serta teras I, II, III dan stupa induk ikut dipugar, pemugaran selesai pada tanggal 23 Februari 1983 M di bawah pimpinan Dr. Soekmono dengan ditandai sebuah batu prasasti peresmian selesainya pemugaran berada di halaman barat dengan batu yang sangat besar dibuatkan dengan dua bagian satu menghadap ke Utara satu lagi menghadap ke Timur penulisan dalam prasasti tersebut ditangani langsung oleh tenaga yang ahli dan terampil dari Yogyakarata yang bekerja pada proyek pemugaran candi Borobudur.

Pemugaran Pertama Candi Borobudur

Karena keadaan Candi Borobudur kian memburuk maka pada tahun 1900 dibentuk suatu panitia khusus, diketuai Dr. J.L.A. Brandes. Sangat disayangkan bahwa Dr. J.L.A. Brandes meniggal tahun 1905 namun laporan bersama yang disusun tahun 1902 membuahkan rancangan pemugaran. Tahun 1907 dimulai pemugaran besar-besaran yang pertama kali dan dipimpin oleh Van Erp. Pekerjaan ini berlangsung selama empat tahun sampai tahun 1911 dengan biaya sekitar 100.000 Gulden dan sepersepuluhnya digunakan untuk pemotretan.

Kegiatan Van Erp antara lain memperbaiki system drainase, saluran-saluran pada bukit diperbaiki dan pembuatan canggal untuk mengarahkan aliran air hujan. Pada tingkat rupadhatu, lantai yang melesak diratakan dengan menutup bagian yang melesak dengan campuran pasir dan tras atau semen sehingga air hujan mengalir melalui dwarajala atau gorgoyie. Batu-batu yang runtuh dikembalikan dan beberapa bagian yang miring atau membahayakan diberi penguat. Pada tingkat rupadhatu, 72 buah stupa terus dibongkar dan disusun kembali setelah dasarnya di ratakan, demikian juga pada stupa induknya.

Pada tahun 1926 diadakan pengamatan, diketahui adanya pengrusakan sengaja yang dilakukan oleh wisatawan asing yang rupanya ingin memiliki tanda mata dari Borobudur.

Kemudian pada tahun 1926 dibentuklah panitia khusus untuk mengadakan penelitian terhadap batu dan relief-reliefnya. Penelitian panitia menyimpulkan ada tiga macam kerusakan yang masing-masing di sebabkan oleh:

1)      korosi, yang disebabkan oleh pengaruh iklim;

2)      kerja mekanis, yang disebabkan tangan manusia atau kekuatan lain yang datang dari luar;

3)      kekuatan tekanan, kerusakan karena tertekan atau tekanan batu-batunya berupa retak-retak, bahkan pecah.

Pemugaran Kedua Candi Borobudur

Usaha penyelamatan berikutnya dilakukan pada tahun 1963 oleh pemerintah Republik Indonesia dengan adanya pemberontakan G-30-S/PKI.

Pada tahun 1968 Pemerintah Republik Indonesia membentuk Panitia Nasional untuk membantu melaksanakan pemugaran Candi Borobudur. Pada tahun itu juga UNISCO akan membantu pemugaran. Pada tahun 1969 Presiden membubarkan Panitia Nasional dan membebankan tugasnya kepada Mentri Perhubungan, bahkan pada tahun 1970 atas prakarsa UNISCO diadakan diskusi panel di Yogyakarta untuk membahas rencana pemugaran. Kesepakatan yang diperoleh adalah membongkar dan kemudian memasang kembali batu-batu bagian Rupadhatu.

Kemudian pada tanggal 10 Agustus 1973 Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Candi Borobudur. Persiapan pemugaran memakan waktu selama dua tahun dan kegiatan fisiknya yaitu dimulai pembongkaran batu-batu candi dimulai tahun 1975.

Dengan menggerakan lebih dari 600 pekerja serta batu sebanyak 1 juta buah. Bangunan Candi yang di pugar adalah bangunan rupadhatu yaitu empat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar.

Kegiatan ini memakan waktu 10 tahun. Dan pada tanggal 23 Februari 1983 pemugaran Candi Borobudur dinyatakan selesai dengan diresmikan oleh Presiden Soeharto dengan ditandai penandatangan prasati.

Usaha-usaha menyelamatkan Candi Borobudur dengan berjuta-juta dollar mempunyai banyak manfaat bagi bangsa ini. Menurut Prof. Soekmono, sesungguhnya Candi Borobudur  mempunyai nilai lain dari pada sekedar sebagai objek wisata yaitu sebagai benteng pertahanan budaya kita. Seperti peninggalan purbakala lainnya, Candi Borobudur menjadi penegak kepribadian bangsa kita dan candi sebagai bukti nyata dari prasasti nenek moyang kita sehingga menjadi kewajiban dan tanggung jawab bangsa kita untuk meneruskan keagungan Candi Borobudur kepada anak cucu kita.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: