Perkembangan Candi Borobudur

25 03 2010

Kawasan Borobudur berkembang dengan bertitik tolak pada keberadaan candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8 M, hingga ditemukannya kembali, ditetapkan sebagai Pusaka Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991, dan mewujud sebagai tujuan wisata hingga kini.

Penelitian perubahan struktur ruang di kawasan pusaka budaya Borobudur oleh Winarni (2006) menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pasca pemugaran selama dekade 1970-an cenderung intensif. Ada banyak pusat pertumbuhan baru yang membentuk pusat pariwisata, pemerintahan, dan perdagangan.

Kenyataan ini berbeda dengan pusat pertumbuhan awal di Borobudur yang mengikuti keberadaan sungai dan sumber air. Pengelolaan kawasan tersebut hingga kini masih mengikuti prinsip yang diatur dalam masterplan JICA (1979) dan diperkuat oleh Keppres No. 1/1992 yang membagi kewenangan pengelolaan sesuai dengan zonanya.

Situs candi Borobudur (Zona I) dikelola oleh Balai Konservasi candi Borobudur di bawah naungan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Kompleks Taman Wisata candi Borobudur (Zona II) dikelola oleh PT Taman Wisata candi Borobudur yang berada di bawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Wilayah di luar kedua zona itu dikelola oleh pemerintah daerah. Jadi, praktis, Pemerintah Desa Borobudur memiliki satu “kantong” di dalam wilayah administratifnya yang tidak boleh dicampuri.

Selain telah menggusur beberapa dusun dan membelah desa menjadi dua bagian, keberadaan Taman Wisata candi Borobudur dan beragam kegiatannya telah memberikan dampak yang intensif terhadap wilayah dan masyarakat Desa Borobudur.

Dalam perkembangannya, keadaan pengelolaan kawasan pusaka Borobudur pun telah disadari harus diperbarui agar sesuai dengan yang ada saat ini. Sejak tahun 2008, langkah-langkah menyusun masterplan kawasan pusaka Borobudur telah digiatkan dan dalam berbagai kesempatan melibatkan pula wakil masyarakat setempat. Dengan sebuah tujuan menjadikan kawasan ini sebagai Kawasan Strategis Nasional, masyarakat pedesaan di Borobudur merasa harus lebih tahu apa yang mereka punya dan apa yang ingin mereka kembangkan di wilayahnya.


Aksi

Information

Tinggalkan komentar